Pulau Tidung : Surga Wisata Yang Tersembunyi di Jakarta

Difotoin sama bang @riez_aries

Wisata di Jakarta ternyata tidak hanya sekedar Monas, Kota Tua ataupun Dufan. Kota yang dikenal sebagai jumlah penduduk terbesar di Indonesia itu ternyata menyimpan sebuah Pulau yang indah, pulau itu bernama Pulau Tidung yang terletak di Kepulauan Seribu, Jakarta.

Minggu, 7 Juli 2019 saya bersama rombongan Team Trending Topic Twitter Genpi berangkat dari tempat penginapan kami yaitu Hotel BI Executive sekitar pukul 7 pagi.

Buat kalian yang belum tau “Genpi”, Genpi merupakan sebuah komunitas pariwisata yang dibentuk oleh Kementerian Pariwisata. Pada saat itu 6-7 Juli Team Trending Topic mengadakan Kopdar yang diadakan pertama kalinya setelah 1 tahun lebih saling bersapa di timeline twitter. Kegiatan Kopdar ini berlangsung di Jakarta dengan diikuti oleh beberapa anggota Genpi dari berbagai provinsi yaitu Sumbar, Kepri, Bengkulu, Sumsel, Lampung, Banten, Jakarta, Jabar, Jogja dan Lombok.

Salah satu kegiatan kopdar tersebut yaitu Explore Pulau Tidung yang terletak di wilayah Kabupaten Kepulauan Seribu. Tanpa banyak basa-basi ini adalah perjalanan kami ke Pulau Tidung

Cara Ke Pulau Tidung

Untuk menuju Ke Pulau Tidung ini sebenarnya 3 cara yang bisa dilalui :
  1. Menaiki Kapal Kayu dari Pelabuhan Kali Adem yang terletak di Muara Angke. Untuk harga tiketnya 45rb/orang dengan waktu tempuh sekitar 3 jam
  2. Menaiki Kapal Baharu Express dari Pelabuhan Kali Adem. Harga tiketnya bervariasi mulai dari 75rb – 175rb per orangnya. Waktu tempuh perjalanannya sekitar 45 menit
  3. Menaiki Kapal cepat dari Marina Ancol. Untuk harga tiketnya sekitar 150rb/orang. Waktu tempuhnya sekitar 1-1,5 jam.

Semuanya tergantung di kalian, mau pilih penyebrangan yang murah dengan waktu tempuh yang cukup lama atau budget yang lumayan tapi waktu tempuhnya cepat, semua pilihan ada di tangan kalian.

Dan pada saat itu, kami menyebrang menuju Pulau Tidung melalui Marina Ancol. Untuk 1 kapal itu isinya sekitar 15-25 orang.

**

Sekitar pukul 08.41 WIB rombongan kami tiba di Dermaga Marina Ancol, pagi itu cuacanya sangat cerah dan setelah turun dari bus kami langsung menuju kapal yang akan membawa kami ke Pulau Tidung.

Penyebrangan menuju Pulau Tidung dari dermaga Marina Ancol membutuhkan waktu sekitar 1 jam-an. Rombongan kami tampak bersemangat dan tak lupa mengabadikan moment perjalanannya melalui gadget masing-masing.

Setelah 30 menit lebih berlalu, suasana di dalam kapal yang awalnya ceria seketika menjadi hening, ada yang tertidur dan ada juga yang muka nya pucat seperti mabok, ternyata benar dugaan saya, gak berapa lama satu orang rombongan kami ada yang mabok laut.

Singkat cerita, beberapa menit sebelum tiba di Pulau Tidung, tiba-tiba kapal kami bergoncang cukup keras karena pada saat itu ombaknya cukup besar, membuat rombongan kami yang sedang tetidur sontak seketika terbangun dan kami pun tiba di Demaga Pulau Tidung.

Sesampainya di Pulau Tidung, saya melihat beberapa rombongan saya ada mukanya yang lemas karena mabok laut. Setelah tiba di dermaga kami langsung diarahkan oleh tour guide kami untuk menaiki sepeda menuju Jembatan Cinta. Namun sebelum ke Jembatan Cinta kami beristirahat sejenak sambil menikmati semangkok bakso lokal Pulau Tidung. Entah lapar atau bakso nya beneran enak, sungguh saya sangat menikmati bakso tersebut demi suap se suap. Walaupun sebelumnya harus ngantri mangkok, karena jumlah mangkok nya yang terbatas.

Oiya salah satu hal yang menarik bagi saya selama di Pulau Tidung yaitu bersepeda di Pulau Tidung. Soalnya lumayan lama saya tidak bersepedahan, terakhir kalau ga salah itu SD, iya SD.. Lama juga yaa.. hahahaha


Awalnya agak kaku karena udah lama gak naik sepeda, namun beberapa menit kemudian mulai santuy bersepedehan sambil menikmati keindahan di Pulau Tidung. Gayuh demi gayuh saya jalani dan kamipun tiba di pintu masuk Jembatan Cinta.

Oiya untuk tarif sewa sepeda di Pulau Tidung mulai dari 20 ribu – 30 ribu / hari
Sesampainya di Jembatan Cinta, saya sangat kagum dengan keindahan alam di Pulau Tidung, pasirnya putih dan air lautnya yang biru.

Setelah di pintu masuk Jembatan Cinta kami berfoto bersama terlebih dahulu sebelum melanjutkan penyebrangan menggunakan kapal perahu untuk menuju ke spot snorckeling.


Team Kopdar Trending Topic Twitter bersama Ketua Umum Genpi

Tak semua rombongan kami untuk ikut snorckeling, beberapa dari mereka memilih untuk beristirahat disekitaran jembatan cinta.

Untuk menuju ke Spot Snorckeling dari Dermaga Pulau Cinta membutuhkan waktu sekitar 5 menit. Sesampainya di spot snorckeling rombongan kami pada sibuk untuk memasang alat snorckeling dan saya juga tak mau melewati moment itu.

Beberapa menit kemudian, saya melihat putri yang sedang snorckeling tiba-tiba terlihat panik diatas air, Putri adalah salah satu anggota genpi lampung yang ikut ke Kopdar ini, rombongan kami yang diatas kapal berusaha untuk mengangkat ke atas kapal dan pada saat itu putri terlihat sangat lemas. 

Akhirnya rombongan kami yang ikut snorckeling naik keatas kapal dan melanjutkan ke pulau selanjutnya, sesampainya ke pulau yang saya lupa namanya, pacar putri bernama lucky berusaha mengangkat putri dan mengangkatnya ke pulau tsb.

Tak lama setelah itu akhirnya putri menyadarkan diri dan raut wajahnya terlihat lemas. Ternyata semalam putri kurang tidur, dia hanya tidur 2 jam. Sebenarnya tidak baik untuk ikut snorckeling jika kurang istirahat, takut terjadi hal yang tidak diinginkan.

30 menit kemudian, kamipun kembali ke Jembatan Cinta untuk beristirahat dan makan siang. 

Sesampainya di Jembatan Cinta kami dihidangkan makanan  oleh masyarakat setempat dengan berbagai macam aneka lauk seperti sate cumi, ikan goreng dan ayam goreng. Makan siang pada saat itu terasa nikmat, didukung dengan udaranya yang sejuk dan pemandangannya yang indah.

Setelah selesai makan siang, saya memanfaatkan waktu senggang untuk berfoto-foto disekitaran Pulau Tidung. Dan ini dia fotonya


 Jembatan Cinta di Pulau Tidung

 Ketua Kelas Trending Topic Twitter Genpi

Nyantuy di pinggir pantai 

Ketika lagi beristirahat saya juga melihat beberapa artis yang ada di Pulau Tidung seperti Indra Bekti dan Stuart Collin. Beberapa rombongan saya juga pada sibuk berfoto dengan artis ibu kota itu.

Sekitar pukul 15.00 WIB kami kembali menuju ke dermaga Pulau Tidung untuk Pulang. Selama di penyebrangan, ombak sore itu cukup besar. Beberapa kali terjadi goncangan yang cukup keras di dalam kapal kami. Lagi dan lagi, beberapa dari rombongan kami juga ada yang mabok laut, badan mereka terlihat lemas di dalam kapal. Dan sesampainya di Dermaga Marina Ancol, Nadia dan Isti yang merupakan anggota dari GenPI Banten diangkat dari kapal menuju keluar dermaga untuk mencari tempat istirahat.

Beberapa menit kemudian, bis kamipun tiba dan langsung menuju ke hotel untuk persiapan rombongan saya dari Genpi Lampung untuk pulang ke Bandar Lampung, karena bis kami berangkat dari stasiun gambir pukul 10 malam.

**

Kesimpulan yang saya ambil dari perjalanan ini, ternyata wisata di Jakarta tidak hanya sekedar Monas, Kota Tua ataupun Dufan. Di Jakarta ternyata juga terdapat pulau yang sangat indah dengan pasir putihnya yang bersih dan air lautnya yang biru indah.

Namun jika ditanya mau ke Pulau Tidung lagi atau tidak, saya akan menjawab cukup perjalanan itu yang pertama dan terakhir. Sebab penyebrangan menuju Pulau Tidung cukup menegangkan dengan ombak yang cukup besar, kalau kata salah satu rombongan saya, penyebrangannya itu seperti the real of Dufan :))

**

Sekain dulu cerita perjalanan saya selama di Pulau Tidung dan sampai berjumpa di tulisan saya selanjutnya !!



****

Posting Komentar