Sensasi Pantai Extream di Pantai Timang Jogja




ROBBYYBIE.COM  - Pagi itu, 30 Januari 2019 merupakan hari ke 3 saya di Jogja, dan hari ketiga itu saya akan menghabiskannya dengan explore Pantai Timang yang terletak di Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Dulunya, banyak orang yang belum mengetahui keberadaan dari Pantai Timang, namun semenjak Pantai Timang tayang di Running Man, sebuah film dari Negeri Ginseng Korea di tahun 2013, Pantai ini ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal hingga mancanegara.

Pukul 07.30 WIB saya memulai perjalanan menuju Pantai Timang dari tempat penginapan saya yaitu Red Doorz STIE YKPN. Melalui Google Map, jarak yang ditempuh menuju Pantai Timang ini sekitar 72 km atau kurang lebih 3-4 jam perjalanan. Pada saat itu saya berangkat menuju Pantai Timang sendirian dengan menggunakan motor beat yang saya rental selama 5 hari.

Selama diperjalanan, saya sangat menikmati perjalannya, Memasuki kawasan Perbukitan Gunung Kidul, saya sangat kagum dengan Gunung Kidul, sebab jalannya mulus, pemandangannya yang indah, serta udaranya yang sejuk. Ketika lelah, saya beristirahat sejenak selama 10-15 menit.

Suasana di salah satu desa di Gunung Kidul

Pada saat 50 km perjalanan, tiba-tiba Google Map saya error, lalu saya mencoba bertanya dengan warga sekitar, dan mereka pun memberikan arahan kepada saya. Sungguh orang Jogja memang ramah dan baik.

Singkat cerita, akhirnya saya menemukan plang menuju Pantai Timang, lalu saya memberhentikan motor sejenak untuk mengambil dokumentasi berupa video

“Mau kemana mas?” ujar seorang ibuk yang menyampari saya
“Ini bu, saya mau ke Pantai Timang” balas saya
“Ooo.. ke Pantai Timang ya. Sekitar 2-3 km jalannya lumayan jelek mas” ujar si ibu
“Tapi motor bisa kan bu?” Tanya saya
“Bisa mas” balas si ibuk
“Terima Kasih Bu” ujar saya
“Sama-sama mas” tutupnya


Memasuki Pantai Timang, jalannya mulai mengecil, dan terlihat di sepanjang jalan ada beberapa mobil jeep yang berkumpul. Ya mobil jeep tersebut merupakan salah satu mata pencarian warga setempat, karena sekitar 2-3 km menuju Pantai Timang itu akses jalannya jelek, sehingga mobil jeep salah satu solusi untuk mengantarkan wisatawan ke Pantai Timang. Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, untuk menaiki mobil jeep menuju Pantai Timang itu membutuhkan biaya Rp.350.000 untuk 6 orang.

Tak jauh dari tempat saya bertemu ibu tadi, terdapat 2 cabang jalan, pada saat itu Google Map menunjukan arah lurus, namun saya mencoba bertanya lagi kepada sekumpulan warga lokal disana untuk memastikan arah ke Pantai Timang

“Maaf mas, izin bertanya, arah ke Pantai Timang disebelah mana ya mas?” Tanya saya
“Mau ke Pantai Timang ya mas? Naik Jeep aja. Karena jalannya jelek, dan gak bisa dilalui sama motor” balas salah satu dari mereka
“Gapapa mas, saya ingin nyoba tracknya saja, arahnya sebelah mana ya mas?” Tanya saya lagi
“Nanti motornya bisa rusak mas kalau dipaksain untuk dilalui” balas mereka

*dari sini perasaan saya sudah mulai gak enak*
“Arah ke Pantai Timang lurus saja mas dari sini, lurus saja ya mas” balas mereka
“Baik mas, terima kasih mas” tutup saya


Lalu saya mengikuti arahan dari Google Map dan warga lokal tadi untuk memastikan, namun sekitar 500 meter dari tempat saya bertanya itu, yang saya temukan malah jalan buntu.

“Astagaaa” kesal saya dalam hati

Lalu ada seseorang nenek yang sedang membawa rumput. Ketika saya mencoba arah Pantai Timang kepada nenek itu, beliau membalasnya dengan menggunakan bahasa jawa. Jujur saya tidak paham dengan bahasa jawa. Dan tak lama kemudian, datang 3 motor mendekati motor saya, ternyata mereka berasal dari Jakarta dan Demak. Mereka juga ingin ke Pantai Timang dengan mengikuti arah Google Map dan kamipun nyasar di tempat yang sama.

“Mas, ke Pantai Timang ya?” Tanya saya kepada salah satu dari mereka
“Iya mas” balas nya
“Oke mas, saya izin gabung dengan rombongannya ya ke Pantai Timang” ujar saya
“Silahkan mas” tutupnya


Beberapa menit kemudian, datang 2 orang pemuda warga lokal yang menawari kami menaiki mobil jeep untuk menuju Pantai Timang. Kamipun tidak mengiyakan tawaran dari pemuda tersebut. Lalu kami mencoba untuk bertanya kepada seorang bapak yang sedang membersihkan halaman rumahnya.

“Maaf pak, izin bertanya, arah menuju Pantai Timang disebelah mana ya pak?” Tanya saya
“Dari pertigaan tadi, belok kanan mas” balas si bapak
“Baik pak, terima kasih pak” tutup kami


Lalu kamipun segera bergegas menuju Pantai Timang berdasarkan arahan dari bapak tadi. Dan kamipun mulai menemukan titik cerah menuju Pantai Timang, karena tak jauh dari pertigaan tadi terdapat loket karcis untuk masuk ke Pantai Timang. Oiya untuk Tarif Pantai Timang, waktu itu saya menggunakan motor sendirian, itu hanya dikenakan biaya masuk Rp.4000.

Tarif Pantai Timang

Setelah dari loket, kamipun melanjutkan perjalanan  kembali menuju Pantai Timang. Ternyata benar yang dibilang ibu-ibu tadi. Akses jalan menuju Pantai Timang sangatlah jelek, sebenarnya tidak layak untuk dilewati. Jalannya berbatu-batu dan bertanah liat. Untung saja tidak hujan, sebab kalau hujan mungkin kami akan terjebak di jalan itu. Beberapa dari rombongan kami, ada yang turun dari motor, saya motornya tidak kuat untuk dilalui berdua orang. 

Akses Menuju Pantai Timang

Kamipun berusaha untuk melewati jalan yang jelek itu. Sekitar 10 menit melewati jalan itu, akhirnya terlihat keindahan Pantai Timang dari kejauhan. Kamipun bersorak-sorak bahagia melihat pemandangan yang indah itu. Dan akhirnya kamipun tiba di halaman parkir Pantai Timang.

Sesampainya di halaman parkir, sejenak kami beristirahat disana, lalu melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki menuju Spot andalan di pantai timang yaitu jembatan gantung dan gondalannya. Siang itu cuaca sangat cerah, kami ngobrol-ngobrol ringan Selama diperjalanan, ya walaupun kami baru bertemu beberapa jam, kami sudah seperti orang yang sudah lama berteman. Singkat cerita kamipun tiba di spot yang kami tuju

 Jembatan Gantung di Pantai Timang. Berani Coba?

Subbahanallah….
Pemandangan yang saya lihat siang itu benar-benar sangat indah. Batu karang yang berdiri dengan gagah serta ombak pantai selatan yang besar. Sejenak saya menghelakan nafas sejenak, karena gak nyangka bisa sampai di Pantai Timang dari Lampung dengan berbekalkan internet dan warga sekitar. Keindahan Pantai Timang yang saya lihat di Google, itu sama seperti yang saya lihat siang itu.


Namun ada beberapa hal yang menurut saya sangat disayangkan dari Pantai Timang ini, seperti jika ingin berfoto di spot foto yang disediakan itu berbayar, dan mau naik gondola atau menyebrang melalui Jembatan di Pantai Timang ternyata tarif-nya berbeda, jembatan gantung biayanya 100rb untuk wisatawan lokal dan wistawan mancanegara 150rb sedangkan harga naik gondola di Pantai Timang yaitu 150rb untuk wisatawan lokal dan 200rb untuk wisatawan mancanegara.

Berhubung saya sudah jauh-jauh dari Lampung ke Pantai Timang, saya pun gak mau ketinggalan untuk mencoba menyebrang menggunakan gondola di Pantai Timang dengan biaya 150rb. Menyebrang menggunakan gondola ini kapasitasnya maksimal 2 orang. Dan sensasi menyebrang menggunakan gondola itu ternyata seru banget. Bayangkan saya kita menyebrang dengan dibawahnya ombak pantai selatan yang cukup besar, pada saat itu saya mencoba mendokumentasikannya menggunakan hp jadul saya, saking bahagianya, hampir saja pada saat itu hp jadul jatuh ke bawah.. wkwk

Gondola!! Atraksi Yang Wajib dI Coba di Pantai Timang

Sesampainya di Batu Karang seberang, saya pun beristirahat disana sambil ngoborl dengan petugas disana, ternyata Pantai Timang ini dulunya menjadi lokasi syuting film Running Man dari Negeri Ginseng Korea di tahun 2013. Semenjak ditayangkannya Film Running Man itu, Pantai Timang ramai dikunjungi oleh wisatawan mancanegara terutama dari Asia seperti Korea, Malaysia dan Singapura.

Waktu itu saya juga sempat berbincang-bincang dengan salah satu wisatawan mancanegara dari Negara tetangga, namanya Nabil dari Pulau Langkawi, Malaysia. Nabil liburan ke Jogja bersama istri dan anak-anaknya selama 5 hari. Ia mengungkapkan bahwa Jogja itu indah dan warga lokalnya yang ramah-ramah. Serta ia berharap semoga suatu saat nanti ia bisa berlibur ke Jogja lagi.

Nabil bersama keluarganya di Pantai Timang

Satu jam kemudian, saya pun naik Gondola kembali untuk balik pulang, namun sebelum pulang, saya dan rombongan yang tadi nyasar bersama isitirahat sejenak di salah satu warung disana. Waktu itu saya memesan Indomie Goreng dengan Es Teh Manis (minuman favorit) wkwkwk..

Oiya, di Pantai Timang juga dilengkapi dengan beberapa fasilitas yang cukup memadai seperti warung, toilet dan mushola. Namun saya berharap semoga kedepannya akses jalan yang rusak menuju Pantai Timang segera diselesaikan, karena menurut saya saying banget wisata yang begitu sangat indah dengan banyak dikunjungi oleh wisman mancanegara, memiliki akses jalan yang buruk.

Sekitar pukul 15.00 WIB saya beserta rombongan pergi meninggalkan Pantai Timang Jogja, jujur rasanya saya belum puas untuk explore Pantai Timang, karena untuk menikmati keindahan waktu yang cukup lama, namun karena waktu yang singkat, saya harus meninggalkan pantai ini. Semoga suatu saat saya bisa berkunjung lagi ke pantai yang dikenal dengan gondola nya dan akses jalannya semakin membaik daripada sebelumnya.

Saya pun berpisah dengan rombongan yang tadi nyasar bareng dari pintu masuk Pantai Timang, sebab mereka melanjutkan ke perjalanan ke pantai yang selanjutnya untuk berburu sunset, saya lupa nama pantai nya namun yang jelas masih di Pantai Selatan, sedangkan saya ingin explore Bukit Paralayang Watugapit untuk berburu sunset juga.

Berikut ada foto-foto saya selama di Pantai Timang Jogja




**

Sekian tulisan saya kali ini tentang Pantai Timang Jogja. Dan sampai berjumpa di tulisan saya selanjutnya ^_^

****


1 komentar:

Wow kelihatannya seru y Kak. Jadi ingin ke Jogya deh

Reply

Posting Komentar