Lampung Rasa Maldives di Pulau Tegal Mas Lampung



Ingin ngerasain sensasi berlibur seperti di Maladewa? Kini tak perlu lagi jauh-jauh kesana, karena di Lampung ada sebuah Pulau yang hampir seperti Pulau di Maladewa atau bisa dikatakan Lampung Rasa Maladewa. Pulau itu bernama Pulau Tegal Mas.

Rabu, 20 Maret 2019, saya bersama Masteguh, Putri, Ko Roni, Lucky dan Wirza, explore salah satu Pulau yang ada di Lampung, yaitu Pulau Tegal Mas yang terletak di Kabupaten Pesawaran, Lampung. Saat ini, banyak agent tour travel yang menyediakan Paket Wisata Ke Pulau Tegal Mas Lampung, namun pada saat itu, kami memilih berangkat tanpa menggunakan agent travel.

Pukul 09.00 WIB kami berkumpul di pom bensin lempasing, dari rencana sebelumnya jam 8, you know lah waktu Indonesia, hahaha… Singkat cerita ketika semuanya sudah berkumpul di pom bensin lempasing, kami melanjutkan perjalanan menuju Pulau Tegal Mas.

Sebelum ke Tegal Mas, terlebih dahulu kami membeli makanan dan cemilan selama di pulau nanti, karena tau sendiri, harga makanan di pulau kadang cukup mahal, maka daripada itu kami membeli makanan dan cemilan di Pasar Hanura untuk berhemat.

Oiya, untuk tiket masuk Pulau Tegal Mas Lampung menurut saya tarifnya ya lumayanlah, sebab sebelum memasuki Pulau Tegal Mas, terlebih dahulu kita memasuki Pantai Sari Ringgung dengan biaya Rp. 20.000/orang dan motor Rp. 5000. Setelah masuk ke Pantai Sari Ringgung, tepat sebelah kiri jalan ada plang masuk ke Pulau Tegal Mas, untuk tiket masuk Pulau Tegal Mas Lampung sekitar Rp.40.000/orang (sudah termasuk fasilitas seperti pondok-pondokan dan permainan air cano).

Setelah itu, kami memarkirkan motor kami disana, lalu melanjutkan perjalanan untuk nyebrang menuju Pulau Tegal Mas dengan biaya Rp.250.000/kapal (PP). Waktu tempuh menyebrang menuju Pulau Tegal Mas dari Pantai Sari Ringgung sekitar 15-20 menit perjalanan. Pagi itu cuaca sangat cerah dan langit yang membiru. Beberapa menit kemudian, dari kapal saya melihat cottage diatas air seperti di Maladewa, dan kapal kamipun tiba di Dermaga Pulau Tegal Mas dan kami disambut dengan plang Welcome To Tegal Mas Island.


Pagi itu suasana di Pulau Tegal Mas tidak terlalu ramai, sebab kami kesana pada saat weekday. Karena cuaca yang cukup terik siang itu, kamipun segera bergegas untuk mencari pondok untuk beristirahat. Sesampainya di pondok kami beristirahat sejenak sambil menikmati pemandangan di sekitar Pulau Tegal Mas.

Saya akui, Tegal Mas memiliki pesona keindahan yang sangat luar biasa. Bahkan saya seperti bukan lagi di Lampung. Pasir pantainya yang bersih, dan air lautnya yang biru. Pokoknya indah bangettt.. Saya pun tak mau ketinggalan moment indah ini dengan mendokumentasikannya melalui kamera saya..

Cekrekkk.. Cekrekkkk…


 Pulau Tegal mas juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang memadai, seperti mushola diatas air laut, kafe, pondok-pondokan, dan tempat penginapan. Oiya untuk harga penginapan Pulau Tegal Mas Lampung sendiri itu mulai dari 1jt – 3jt, tergantung jenis kamar yang diinginkan, namun saya lebih merekomendasikan di penginapan lumbok, karena tempatnya ala-ala Maldives!!

Saya, Ko Roni dan Wirza berkeliling Pulau Tegal Mas untuk mengambil gambar, sedangkan Masteg, Putri dan lucky menjaga barang-barang di pondok, siang itu cuacanya benar-benar panas banget, sehingga saya memilih berteduh dan tidak terlalu banyak mengambil gambar. Dan setelah selesai kamipun bergantian menjaga barang-barang dan yang lainnya berfoto-foto di sekitaran Pulau Tegal Mas.

Sekitar pukul 12 siang, kamipun berkumpul untuk makan siang dengan bekal Nasi Ayam Bakar RM. Ika yang kami beli di Pasar Hanura tadi. Makan siang itu terasa sangat nikmat, karena lapar dan suasanya yang mendukung. Selesai makan, yang niatnya mau keliling lagi malah mager, karena kekenyangan dan cuacanya yang terik, akhirnya kami memilih untuk beristirahat sambil bergurau di pondokan.

Singkat cerita, pukul 3 sore, kami geser menuju villa lumbok, dimana villa lumbok merupakan ciri khas dari Pulau Tegal Mas, seperti yang saya sebut sebelumnya, ala-ala di Maldives. Pada saat itu beberapa villa di Lumbok dalam tahap pengerjaan, kamipun tak lupa juga untuk mendokumentasikan keindahan di Villa Lumbok.




Setelah selesai berfoto-foto di Villa Lumbok sekitar jam 4, kamipun bergegas untuk pulang dan mengakhiri hari itu dengan menonton Film Thiller US di XXI Mall Boemi Kedaton. Sesampainya dirumah langsur tepar dan beristirahat..

Posting Komentar