Malioboro Istimewa



Malam itu, 28 Januari 2019 merupakan hari pertama saya di Jogja. Setelah selesai explore Keraton Jogja dan Kalibiru, malam nya saya melanjutkan untuk keliling Malioboro Jogja. Kata orang, belum lengkap ke Jogja kalau belum ke Malioboro. Ya bisa dikatakan Malioboro merupakan iconic dari Kota Jogja sekaligus pusat perbelanjaan bagi yang suka berbelanja di Malioboro.

Setelah selesai sholat Magrib di penginapan Red Doorz STIE YKPN Jogja, saya berangkat menuju Malioboro menggunakan Honda beat yang saya rental di Andies Motor Jogja. Untuk menuju Malioboro dari penginapan saya membutuhkan waktu sekitar 10 menit. Malam itu Jogja terasa tenang dan arus lintasnya tidak terlalu padat.

10 menit kemudian, saya pun tiba di Malioboro. Terlihat antrian kendaraan sangat padat pada malam itu. Saya pun berusaha mencari tempat parkiran motor, dan tepat di sebelah Malioboro Mall saya memberhentikan kendaraan saya dan parkir disana. Kemudian saya berjalan kaki mengelilingi Malioboro.

Sesampainya di Malioboro saya mengambil uang terlebih dahulu di Malioboro Mall untuk jaga-jaga di dompet. Malam itu Malioboro sangat ramai, telihat oleh saya, orang-orang sedang asyik berfoto-foto di plang Tulisan Jalan Malioboro, ada juga yang bersantai-santai duduk dengan orang tersayang mereka. Sebagai seorang Manusia Setengah Jomblo, malam itu saya merasa bagaikan lagi uji nyali.

Ya.. pada saat itu saya keliling Malioboro tanpa kekasih ataupun sahabat. Namun saya tetap berusaha kuat dengan terus berjalan menikmati suasana Malioboro.

Dan tak jauh dari Malioboro Mall saya melihat sekelompok orang sedang berkumpul mengelilingi seseorang. Lalu saya mencoba untuk melihat, ternyata ada seorang bapak yang sedang menyanyikan beberapa. Saya pun ikut bergabung denga kelompok itu.

Pada malam itu, si bapak menyanyikan lagu demi lagu. Dari lagu Jazz Dari Mata hingga lagu AKAD oleh Payung Teduh. Pada saat si bapak menyanyikan lagu Akad, Lagu yang dinyanyikan bapak itu sangat merdu, semua orang disana ikut bernyanyi dengan bergembira dengan pasangannya dan ada juga yang saya lihat dibelakang saya seorang wanita yang meneteskan air mata bersama pasangannya.


Walaupun pada saat itu saya sendiri,  namun saya benar-benar merasakan keistimewaan dari Malioboro. Malioboro memiliki keunikan serta kebahagiaan yang tersendiri. Dan pada malam itu saya mulai merasakan jatuh cinta dengan Kota Jogja.

Pada saat bapak itu bernyanyi, Orang-orang disekitaran kelompok itu memberikan uang ribuan kepada si bapak. Walaupun bapak itu *maaf* memiliki kekurangan di penglihatannya, namun saya sangat kagum dengan bapak itu karena suaranya yang merdu banget.

Beberapa menit kemudian, saya bergeser dari rombongan itu, dan menuju ke salah satu toko untuk membeli kaos Jogja. Ya gak lengkap rasanya mengunjungi suatu daerah jika belum membeli kaos lokal sana :D hehehe

Pada saat itu, saya memberi 2 kaos Jogja serta 1 kaos Jogja, karena pada saat ke Jogja saya tidak terlalu banyak membawa pakaian dari Lampung dan sandal. Setelah berbelanja, saya mengakhiri malam itu dengan makan nasi kucing di salah satu warung angkringan yang tidak jauh dari Malioboro.

Pada saat makan, saya cukup kaget, karena harga makanan nasi kucing sangat mura, malam itu saya makan nasi, es teh manis serta berbagai macam lauk, dan saya cuman kena 9rb, udah kenyang dan rasanya pas di lidah saya.


Sungguh murahnya biaya hidup di Jogja, sampai saat itu saya bilang ke Mama saya di Lampung
“Ma.. lulus kuliah obi kerja di Jogja ya.. hehehe” ujar saya melalui sambungan telepon
“Lah? Baru sehari di Jogja udah pengen tinggal disana?” balas mama

……………….


Posting Komentar