Kuliner Lampung : Menikmati Sepiring Sate Madura Bu Bibah


Malam itu sekitar pukul 23.00 WIB tiba-tiba perut saya terasa lapar. Saya pun bergegas keluar rumah dengan mengendarai motor matic kesayangan saya untuk mencari kuliner malam di Bandar Lampung City, Lampung. Seketika saya jadi kepikiran dengan sate ayam yang terakhir saya coba sebulan lalu. Lokasinya tidak jauh dari rumah saya, ya sekitar 3-5 menit jaraknya dari rumah saya.

Sate itu adalah Sate Madura dari Bu Bibah yang terletak di Jalan Imam Bonjol (seberang SDN 1 Langkapura), Langkapura, Bandar Lampung. Sate Pinggir jalan yang rasanya tak kalah dengan sate ternama yang lainnya. Entah kenapa saya lebih menyukai makanan di pinggir jalan daripada di cafe ataupun restoran. Bukan soal uang, tapi soal rasa. Mungkin Sate Bu Bibah ini kuliner lampung 2018 yang tak terkenal dengan kuliner yang lainnya, sebut saja seperti sate cak umar, Mie Khodon, bakso sony, els coffe ataupun yang lainnya.

Bu Bibah

Sesampainya saya di Sate Madura  Bu Bibah, saya pun memesan pesanan saya seperti biasa yaitu sate ayam dengan lontong. Untuk harganya cukup terjangkau yaitu hanya Rp.20.000/porsi (sudah termasuk lontong/nasi), jika tidak menggunakan lontong/nasi harganya Rp.15.000/porsi dengan 10 tusuk sate. Selain Sate Ayam juga ada Sate Kambing yang harganya Rp.23.000/porsi (sudah termasuk lontong/nasi) dan jika hanya sate kambingnya saja artinya tidak pakai lontong ataupun nasi harganya Rp.18.000/porsi dengan 10 tusuk sate kambing.

Taraaaa... Sate Madura Bu Bibah

Untuk rasanya, Sate bu Bibah ini sama dengan Sate Madura yang lainnya, namun yang saya suka dari Sate Ayam Bu Bibah ini tekstur dari daging sate ayamnya itu lembut dan bumbu kacangnya yang medok. Selain itu Bu Bibah ini orangnya ramah kepada setiap pembelinya. Kalau diajak ngobrol ibunya welcome.

Bagi saya, seenak apapun masakan dari seorang pedagang kalau orangnya tidak ramah dengan pembelinya otomatis saya cukup sekali saja belanja di tempat makan itu. Sedikit flashback ke belakang. Saya dulu pernah membeli Mie Goreng yang lokasinya di Kedaton, Bandar Lampung. Pada saat itu makanan saya lama banget datangnya hampir sejaman, padahal disebelah saya yang datangnya baru datang dan sudah dikasih duluan. Ketika saya bertanya ke pedagangnya, kapan pesanan saya tiba, dia balasnya dengan jutek. Walaupun masakannya saya akui enak, tapi saya cukup sekali makan disana karena keramahannya kurang terhadap pembelinya.

*Oke kembali ke Sate Bu Bibah*

Ketika Bu Bibah sedang membuat pesanan saya, saya pun mencoba ngobrol-ngobrol sedikit dengan Bu Bibah. Ternyata Bu Bibah ini perantauan dari Madura yang berusia 62 tahun dan Bu Bibah sudah berjualan sate di Bandar Lampung selama 18 tahun. Bu Bibah berjualan Sate Madura ini ditemani juga oleh Suaminya yang saya lupa menanyakan nama suaminya. Jujur, saya merasa salut dengan Bu Bibah, karena di Usia tuanya, Bu Bibah tetap bersemangat untuk berjualan sate madura dari jam 2 siang sampai jam 1 malam demi rezeki yang halal. Belum lagi untuk mempersiapkan kebutuhan sebelum dagang seperti belanja dipasar, masak bumbu kacang dan nusuk daging sate.

Bu Bibah pun bercerita kepada saya bahwa dagangannya akhir-akhir ini mulai sepi. Namun saya hanya bisa bilang ke Bu Bibah

“Sabar bu.. Rezeki ga bakalan kemana-mana bu” ujar saya

Beberapa menit kemudian, tak terasa sate sepiring di depan sate saya sudah habis. Yang tersisa hanyalah lidi tusukan sate. Saya akui sate Bu Bibah ini beneran enak dan buat kalian yang baca tulisan ini dan lagi di Bandar Lampung. WAJIB banget untuk nyobain Sate Madura dari Bu Bibah

**

Mungkin sekian dulu tulisan saya kali ini tentang “Kuliner Lampung : Menikmati Sepiring Sate Madura Bu Bibah” dan sampai jumpa di tulisan saya selanjutnyaa... *peluk online*

****

Tag : Kuliner Lampung Yang Terkenal
         Kuliner Lampung 2018
         Kuliner Lampung Murah
         Kuliner Lampung Instagram




Posting Komentar