Nagari Pariangan : Desa Terindah di Dunia Ada di Sumatera Barat



Wisata Sumatera Barat - Banyak orang yang belum tahu termasuk dulu saya sendiri bahwa di Sumatera Barat yang merupakan tanah kelahiran saya, ada sebuah desa terindah dunia. Awal yang mengetahuinya dari salah satu acara stasiun Televisi. Pada saat itu mama berada di sebelah saya dan sekilas saya melihat tayangannya, terlihat desa itu sangat indah, banyak persawahan dan bangunan tua.

“kalau kita mudik Padang nanti kita mampir kesana ya” ujar mama saya secara spontan
“iya ya ma, obi baru tau ternyata di Sumbar ada desa yang keindahannya sudah diakui oleh dunia” balas saya

Karena masih belum percaya, saya mencoba untuk searching di Google tentang Desa Terindah itu. Setelah saya searching, ternyata benar, desa itu bernama Nagari Pariangan yang terletak di Lereng Gunung Marapi, Tanah Datar, Sumatera Barat. Seketika saya jadi pengen untuk menyaksikan secara langsung keindahan dari Nagari Pariangan itu secara langsung.


FYI, belum banyak orang yang tahu tentang Nagari Pariangan ini, namun para turis sudah mulai menyadarinya keberadaan Desa Terindah itu terbukti dari meningkatnya kunjungan wisman terlebih saat event internasional tahunan di Sumatera Barat yaitu Tour De Singkarak.

Negeri Pariangan itu termasuk dalam daftar 5 desa terindah di dunia versi Budget Travel disandingkan dengan 4 desa lainnya yaitu Desa Wengen di Swiss, Desa Eza di Prancis, Desa Niagara on the Lake di Kanada dan yang terakhir Desa Cesky Krumlov di Ceko.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya H-3 lebaran. Papa mengajak kami sekeluarga mudik ke Padang secara dadakan. Sontak kami kaget dengan ajakan papa secara dadakan, padahal mudik lebaran tahun 2018 tidak pernah direncanakan sama sekali.

Singkat cerita, kami sampai di Padang pada malam takbiran dan H+5 lebaran kami sekeluarga pergi ke Tanah Datar untuk menyaksikan Keindahan Desa Nagari Pariangan yang diakui oleh dunia sebagai Desa Terindah di Dunia secara langsung.

Yeeeaaayyyyy!!!

Menuju Desa Nagari Pariangan

Kami berangkat dari Kota Padang dari pukul 10.00 WIB dan tiba di Desa Nagari Pariangan sekitar pukul 15.00 WIB atau jaraknya sekitar 93 km. Yaa perjalanannya cukup lama karena di pertengahan jalan yaitu tepat di Padang Lua sampai Bukittinggi terjadi kemacetan yang cukup panjang. Kemacetan di lokasi ini sering terjadi apalagi memasuki waktu libur dan lebaran.

Untuk akses jalannya, karena ini adalah perjalanan pertama kami ke Nagari Pariangan, kami menggunakan Google Maps dengan kata kunci “Desa Terindah Pariangan” dan Alhamdulillah kami sampai ke tujuan yang kami tuju. Selama di perjalanan saya melihat berbagai pemandangan yang begitu yang sangat indah, dari Air Terjun Lembah Anai, persawahan dan perkebunan teh dan rumah-rumah gonjong limo khas dari Sumatera Barat.

Pemandangan Gunung Singgalang selama di perjalanan

**

Sesampainya di pintu masuk Desa Nagari Paringan, kami dikenakan biaya masuk sekitar Rp.10.000/mobil. Dan ketika memasuki Desa Nagari Pariangan, hawa-hawa dingin dari lereng Gunung Marapi itu mulai terasa dan rumah-rumah penduduk Desa Nagari Paringan yang mayoritas rumah gadang yang sudah berusia ratusan tahun mulai terlihat.


FYI lagi nih, Desa Nagari Pariangan merupakan Desa yang tertua di Sumatera Barat. Kearipan lokal penduduk Nagari Pariangan tetap terjaga dari zaman dulu sampai sekarang. Karena Kearipan lokal mereka gunakan sebagai modal untuk mengembangkan desa mereka yang penuh dengan sejarah.

Pada saat itu, saya tak lupa saya untuk mendokumentasikan pengalaman pertama saya selama di Desa Tertua dan Terindah di dunia itu dengan berfoto selfie, tapi sebelum berfoto selfie saya meminta izin dulu ke pemiliki rumah dan saya pun diizinkan untuk berfoto di depan rumahnya.


Penduduk sekitar Nagari Pariangan sangat ramah dengan pengunjung yang datang ke Desa mereka. Namun kita sebagai pengunjung harus bisa menjaga sopan dan santun selama di Desa Nagari Pariangan, karena adat istiadat Desa Nagari Pariangan sangat terjaga.

Setelah berfoto kami mengarahkan mobil kami ke puncak Desa Nagari Pariangan, dan disitu Rest Area lalu kami  beristirahat disana dan sambil berfoto-foto disana.

Rest Area

Subbahanallah...

Pemandangannya begitu benar-benar indah sama seperti apa yang saya lihat di Televisi dan Internet. Di Rest Area itu tidak hanya kami saja disana, banyak pengunjung saya berasal dari luar daerah, lebih dominan plat kendaraan di Pulau Jawa.







Tak terasa beberapa jam kemudian, langit mulai gelap dan kamipun segera bergegas untuk pulang ke Padang. Jujur sebenarnya saya belum puas untuk explore Nagari Pariangan ini, karena ada 2 tempat yang belum saya kunjungi yaitu pemandian air panas dan Masjid Ishlah yang merupakan Masjid tertua di ranah Minang. Namun karena keterbatasan waktu karena saya nyampe disana jam 15.00 WIB mau ga mau saya harus pulang. Karena besoknya perjalanan untuk balik ke Lampung. Mungkin suatu saat saya bakal kesini lagi.

Oiya, Buat kalian yang ingin berlama-lama menikmati keindahan di Nagari Pariangan juga disediakan Home Stay dengan tarif sekitar 500rb/rombongan.

**

Oke sekian cerita dari pengalaman pertama saya selama di Desa Terindah di Dunia yaitu Nagari Pariangan. Semoga bisa menjadi referensi untuk teman-teman semua. Vlog perjalanan saya selama di Nagari Pariangan segera menyusul di Channel youtube saya ^_^

****

Posting Komentar