Nagari Pariangan : Desa Terindah di Dunia Ada di Sumatera Barat



Wisata Sumatera Barat - Banyak orang yang belum tahu termasuk dulu saya sendiri bahwa di Sumatera Barat yang merupakan tanah kelahiran saya, ada sebuah desa terindah dunia. Awal yang mengetahuinya dari salah satu acara stasiun Televisi. Pada saat itu mama berada di sebelah saya dan sekilas saya melihat tayangannya, terlihat desa itu sangat indah, banyak persawahan dan bangunan tua.

“kalau kita mudik Padang nanti kita mampir kesana ya” ujar mama saya secara spontan
“iya ya ma, obi baru tau ternyata di Sumbar ada desa yang keindahannya sudah diakui oleh dunia” balas saya

Karena masih belum percaya, saya mencoba untuk searching di Google tentang Desa Terindah itu. Setelah saya searching, ternyata benar, desa itu bernama Nagari Pariangan yang terletak di Lereng Gunung Marapi, Tanah Datar, Sumatera Barat. Seketika saya jadi pengen untuk menyaksikan secara langsung keindahan dari Nagari Pariangan itu secara langsung.


FYI, belum banyak orang yang tahu tentang Nagari Pariangan ini, namun para turis sudah mulai menyadarinya keberadaan Desa Terindah itu terbukti dari meningkatnya kunjungan wisman terlebih saat event internasional tahunan di Sumatera Barat yaitu Tour De Singkarak.

Negeri Pariangan itu termasuk dalam daftar 5 desa terindah di dunia versi Budget Travel disandingkan dengan 4 desa lainnya yaitu Desa Wengen di Swiss, Desa Eza di Prancis, Desa Niagara on the Lake di Kanada dan yang terakhir Desa Cesky Krumlov di Ceko.

Beberapa bulan kemudian, tepatnya H-3 lebaran. Papa mengajak kami sekeluarga mudik ke Padang secara dadakan. Sontak kami kaget dengan ajakan papa secara dadakan, padahal mudik lebaran tahun 2018 tidak pernah direncanakan sama sekali.

Singkat cerita, kami sampai di Padang pada malam takbiran dan H+5 lebaran kami sekeluarga pergi ke Tanah Datar untuk menyaksikan Keindahan Desa Nagari Pariangan yang diakui oleh dunia sebagai Desa Terindah di Dunia secara langsung.

Yeeeaaayyyyy!!!

Menuju Desa Nagari Pariangan

Kami berangkat dari Kota Padang dari pukul 10.00 WIB dan tiba di Desa Nagari Pariangan sekitar pukul 15.00 WIB atau jaraknya sekitar 93 km. Yaa perjalanannya cukup lama karena di pertengahan jalan yaitu tepat di Padang Lua sampai Bukittinggi terjadi kemacetan yang cukup panjang. Kemacetan di lokasi ini sering terjadi apalagi memasuki waktu libur dan lebaran.

Untuk akses jalannya, karena ini adalah perjalanan pertama kami ke Nagari Pariangan, kami menggunakan Google Maps dengan kata kunci “Desa Terindah Pariangan” dan Alhamdulillah kami sampai ke tujuan yang kami tuju. Selama di perjalanan saya melihat berbagai pemandangan yang begitu yang sangat indah, dari Air Terjun Lembah Anai, persawahan dan perkebunan teh dan rumah-rumah gonjong limo khas dari Sumatera Barat.

Pemandangan Gunung Singgalang selama di perjalanan

**

Sesampainya di pintu masuk Desa Nagari Paringan, kami dikenakan biaya masuk sekitar Rp.10.000/mobil. Dan ketika memasuki Desa Nagari Pariangan, hawa-hawa dingin dari lereng Gunung Marapi itu mulai terasa dan rumah-rumah penduduk Desa Nagari Paringan yang mayoritas rumah gadang yang sudah berusia ratusan tahun mulai terlihat.


FYI lagi nih, Desa Nagari Pariangan merupakan Desa yang tertua di Sumatera Barat. Kearipan lokal penduduk Nagari Pariangan tetap terjaga dari zaman dulu sampai sekarang. Karena Kearipan lokal mereka gunakan sebagai modal untuk mengembangkan desa mereka yang penuh dengan sejarah.

Pada saat itu, saya tak lupa saya untuk mendokumentasikan pengalaman pertama saya selama di Desa Tertua dan Terindah di dunia itu dengan berfoto selfie, tapi sebelum berfoto selfie saya meminta izin dulu ke pemiliki rumah dan saya pun diizinkan untuk berfoto di depan rumahnya.


Penduduk sekitar Nagari Pariangan sangat ramah dengan pengunjung yang datang ke Desa mereka. Namun kita sebagai pengunjung harus bisa menjaga sopan dan santun selama di Desa Nagari Pariangan, karena adat istiadat Desa Nagari Pariangan sangat terjaga.

Setelah berfoto kami mengarahkan mobil kami ke puncak Desa Nagari Pariangan, dan disitu Rest Area lalu kami  beristirahat disana dan sambil berfoto-foto disana.

Rest Area

Subbahanallah...

Pemandangannya begitu benar-benar indah sama seperti apa yang saya lihat di Televisi dan Internet. Di Rest Area itu tidak hanya kami saja disana, banyak pengunjung saya berasal dari luar daerah, lebih dominan plat kendaraan di Pulau Jawa.







Tak terasa beberapa jam kemudian, langit mulai gelap dan kamipun segera bergegas untuk pulang ke Padang. Jujur sebenarnya saya belum puas untuk explore Nagari Pariangan ini, karena ada 2 tempat yang belum saya kunjungi yaitu pemandian air panas dan Masjid Ishlah yang merupakan Masjid tertua di ranah Minang. Namun karena keterbatasan waktu karena saya nyampe disana jam 15.00 WIB mau ga mau saya harus pulang. Karena besoknya perjalanan untuk balik ke Lampung. Mungkin suatu saat saya bakal kesini lagi.

Oiya, Buat kalian yang ingin berlama-lama menikmati keindahan di Nagari Pariangan juga disediakan Home Stay dengan tarif sekitar 500rb/rombongan.

**

Oke sekian cerita dari pengalaman pertama saya selama di Desa Terindah di Dunia yaitu Nagari Pariangan. Semoga bisa menjadi referensi untuk teman-teman semua. Vlog perjalanan saya selama di Nagari Pariangan segera menyusul di Channel youtube saya ^_^

****

Segelas Aia Aka Yang Di Rindukan dan Ini Manfaatnya Untuk Kesehatan

Malam itu, Jum’at 22 Juni 2018 adalah malam terakhir saya di Kota Padang. Di Malam terakhir itu saya mencoba untuk mengelilingi Kota Padang sambil bernostalgia masa kecil saya dulu menggunakan sepeda motor adik sepupu saya.

Seketika mata saya tertuju ke arah penjual Aia Aka di daerah Pasar Siteba Padang. Selama merantau di Lampung saya tidak pernah menemukan menemukan Aia Aka ini. Tanpa berpikir panjang saya memarkirkan motor lalu memesan segelas Aia Aka.


Aia Aka (Air Akar) adalah salah satu minuman tradisional khas Sumatera Barat yang berbahan dasar cincau hijau. Cincau hijau tersebut berasal dari racikan daun cincau yang diolah secara tradisional. Dalam penyajiannya, Aia Aka ini disajikan dengan air jeruk nipis dan juga santan kental yang manis. Kurang lebih seperti cendol pada umumnya.

Aia Aka

Pada saat itu cuman saya sendiri pembelinya. Jadi momen-momen terakhir di Kota Padang saya mencoba untuk berbicara kepada penjual Aia Aka itu. Ternyata namanya adalah Pak Amir. Pak Amir saat ini berusia 59 tahun dan berjualan Aia Aka sejak tahun 1992.

Lalu saya mencoba bertanya asal usul Aia Aka di Ranah Minang. Pak Amir lumayan banyak memberikan penjelasan kepada saya asal usul dari Aia Aka. Tapi karena saya besarnya di Rantau orang jadi bahasa Minang saya tidak terlalu fasih, namun yang saya ingat, penjelasan dari beliau bahwa Aia Aka berasal dari daun kacang yang diolah menjadi cincau hijau. Lalu Cincau Hijau itu disajikan dengan air jeruk nipis dan santan kental yang manis.

Selanjutnya saya menanyakan manfaat dari Aia Aka itu. 

Beliau menjawab “Untuak manfaatnyo aia Aka ko untuk malapeh awuih jo mandinginkan di dalam paruik atau ubek paneh dalam, ancak ko mah” artinya dalam Bahasa Indonesia “Untuk manfaat dari Aia Aka ini untuk melepas rasa haus dan mendinginkan di dalam perut atau bagus untuk obat panas dalam”

Lalu kamipun asik mengobrol sambil tertawa-tawa. Walaupun baru pertama kali saya bertemu dengan Pak Amir, namun rasanya beliau sudah seperti saudara saya sendiri. Momen ini adalah salah momen yang saya rindukan. Yang pertama saya bisa bertemu dan berkenalan dengan orang baru dan yang kedua saya bisa berinteraksi menggunakan bahasa Minang. Selama di rantau saya menggunakan bahasa Minang hanya bersama kedua orang tua saya.

Dalam sehari, Pak Amir mendapat uang jual beli sebesar 300-350rb. Beliau selalu bersyukur karena bisa menafkahi keluarganya dengan berdagang yang halal. Sekali2 beliau bercanda kepada saya
“Kalau hasil jualan Aia Aka ko lai cukuik lah untuk biaya Sahari-hari apak dirumah, tapi ndak bisa untuak kayo doh. Hahaha”
Atau dalam bahasa Indonesianya “kalau hasil jualan Aia Aka ini bisa cukup untuk kebutuhan keluarga sehari-hari dirumah tapi tidak bisa untuk kaya. Hahaha”
Lalu saya pun membalas “yang penting bapak dan sekeluarga selalu diberi kesehatan dan kebutuhan yang cukup ya pak”
“Iyo diak, Alhamdulillah” jawab pak Amir 

Tak terasa Aia Aka saya sudah habis. Dan pembeli pun mulai berdatangan. Saya memesan 3 bungkus Aia Aka untuk saya bawa pulang. Tak lupa saya mendokumentasikan momen itu.

“Ndehhh mir, di poto pulo ang mir” atau artinya “ondeh mir, difoto pula kau mir” ujar uni penjual sate disebelah lapak pak Amir sambil tertawa
Saya dan pak Amir juga ikut tertawa

Setelah pesanan saya selesai, saya bayar lalu izin pamit untuk pulang

Kesimpulan yang saya dapat dari cerita malam terakhir itu, ternyata bahagia itu sederhana. Bahagia gak harus melulu soal Rupiah”

Sekian dan sampai berjumpa ditulisan saya selanjutnya...

****

Pesona Puncak Mandeh : Raja Ampat nya Sumatera Barat



Wisata Sumatera Barat - Provinsi Sumatera Barat banyak sekali menyimpan Kekayaan Destinasi Wisata yang begitu sangat indah. Salah satunya Destinasi yang saya kunjungi pada 19 Juni 2018 yang lalu adalah Puncak Mandeh


Puncak Mandeh atau yang sering disebut dengan Raja Ampat-nya Sumatera Barat terletak di Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan yang diresmikan pada 16 Mei 2015 oleh Presiden Jokowi Widodo.

Jarak dari Kota Padang menuju Puncak Mandeh yaitu 63 km atau menghabiskan waktu sekitar 2 jam (jika lalu lintas normal). Biasanya ketika waktu libur sering terjadi kemacetan di Teluk Bayur

Awalnya, saya mengetahui Puncak Mandeh ini dari salah satu stasiun Televisi yaitu My Trip My Adventure, dimana pada saat itu lokasi syutingnya di Puncak Mandeh. Seketika saya jadi pengen untuk melihat keindahan dari Puncak Mandeh secara langsung. Apalagi saat di saat itu disebelah saya ada mama saya yang juga ikutan nonton

“Bi, kalau kita pulang kampung ke Padang, nanti kita mampir ke Puncak Mandeh yuk, kan deket dengan kampung papa” ujar mama
“Boleh juga tuh ma” balas saya

Selang waktu 6 bulan kemudian. Papa ngajak kami sekeluarga mudik ke Padang secara dadakan. Antara kaget dan senang semua tercampur aduk😂

Singkat cerita H+5 Lebaran. Setelah pulang dari Kampung papa. Kami berangkat menuju ke Puncak Mandeh. Selama perjalanan yang namanya macet itu pasti.

Sesampainya di pintu masuk Puncak Mandeh, kami dikenakan biaya masuk sekitar Rp.5000/orang. Di dalam mobil kami ada 5 orang tapi yang dihitung cuman 4 orang. Alangkah baiknya uda penjaga pintu masuk itu. Padahal plat kendaraan kami plat Lampung😂

Dari Pintu masuk menuju Puncak Mandeh menghabiskan waktu sekitar 10-15 menit. Jalannya beraspal bagus dan sekitar 10% jalannya masih dalam perbaikan.

10 menit kemudian kami tiba di Puncak Mandeh. Dan pada saat itu saya merasa kagum dengan keindahan Puncak Mandeh yang mirip seperti Raja Ampat.

Tanpa berpikir panjang, saya langsung mengeluarkan kamera untuk mendokumentasikan keindahan dari Puncak Mandeh bersama keluarga saya.



Namun saya sedikit sedih karena kurangnya kesadaran pengunjung untuk membuang sampah pada tempatnya, terlihat di beberapa titik kawasan puncak mandeh ada sampah. Sebenarnya sampah itu adalah tanggung jawab kita bersama. Apa salahnya bungkusan sampah kita dibuang ke tempat sampah. Toh gak ada ruginya juga. Buang sampah di tong sampah akan menambah keindahan yang tersendiri dari Puncak Mandeh

Setelah 60 menit kemudian menikmati keindahan Puncak Mandeh sambil berfoto-foto kami meninggalkan Puncak Mandeh dan bergegas menuju kampung mama di Padang

**

Sekian tulisan saya tentang Puncak Mandeh. Semoga bisa menjadi referensi untuk kalian yang ingin berlibur ke Sumatera Barat. Dan ingat jika ingin piknik buanglah sampah ke tempat sampah. Okee🙌

*****

Bermalam di Krui Mutun Walur Surf Camp, Pesisir Barat

Explore destinasi wisata yang ada di Kabupaten Pesisir selama satu hari full menurut saya tidaklah cukup, karena di Kabupaten Pesisir Barat banyak sekali wisata bahari yang sangat indah dan wajib banget untuk dikunjungi, sebut saja seperti Pantai Tanjung Setia yang terkenal dengan tempat surfing internasional, Pantai Labuhan Jukung, Pulau Pisang dan yang lainnya.

Pesisir Barat termasuk dalam salah satu list Buckedlist perjalanan yang ingin saya kunjungi. Dan pada 15 – 18 April 2018 saya diberi kesempatan untuk berkunjung ke Kabupaten Pesisir Barat untuk menyaksikan Festival Teluk Stabas V yang diadakan setiap satu kali setahun.

Saya bersama 4 orang teman saya dari GenPI Lampung yaitu Paps Jack, Putri, Mbak Roma dan Mbak Izha berangkat dari Bandar Lampung ke Krui pukul 13.30 WIB dan tiba di Krui sekitar Pukul 20.30 WIB. Sesampainya di Krui kami disambut oleh Bang Aries. Dia adalah anggota GenPI Lampung juga sekaligus dia seorang Tourguide di Kabupaten Pesisir Barat, jadi kalau kalian mau berwisata ke Pesisir Barat bisa langsung hubungi dia :D Hihihi

*Oke lanjut ke cerita*

Setelah bertemu dengan Bang Aries kami diajak untuk makan malam di Pasar Pagi Krui. Perjalanan yang menghabiskan waktu sekitar 7 jam itu membuat kami cukup lelah dan lapar, terlihat Nasi Goreng yang baru disajikan dalam beberapa menit langsung lenyap dan piringnya bersih.

Hahaha.....

Kemudian, kami diantarkan oleh Bang Aries untuk beristirahat di salah satu penginapan di Krui yang bernama Krui Mutun Walur Surf Camp.


Krui Mutun Walur Surf Camp merupakan sebuah penginapan yang memiliki 12 kamar dengan luas lahan losmen 60 x 50 k. Untuk lokasinya menurut saya sangat strategis karena jaraknya hanya 3,4 km dari Pantai Labuhan Jukung. Selain itu letak Krui Mutun Walur Surf Camp terletak di pinggir laut Samudera Hindia

Jadi kalau kita buka pintu kamar viewnya langsung ke arah laut. Waktu itu ketika saya baru bangun tidur langsung pergi ke pantainya dan itu bener-bener seger banget, tempatnya private dan serasa dirumah sendiri :D


Untuk fasilitas di dalam kamar, kalian bisa milih mau single bed atau double bed, ya sesuai dengan kebutuhan kalian. Kebetulan waktu saya sekamar dengan Paps Jack, jadi kami mengambil yang Double Bed. Isi di dalam kamarnya ada TV, lemari, kipas angin, dan meja

Dan yang cukup unik menurut saya itu di kamar mandinya, karena suasananya itu beda banget. Untuk Kran Air  mandi nya itu menggunakan potongan bambu, jadi airnya itu mengalir dari bambu. Kebayangkan segernya seperti apa.

Segerrrr

Selain itu untuk toiletnya menggunakan toilet duduk. Dan juga peralatan mandi semua sudah disediakan seperti handuk, sabun, odol dan shampo. Jadi kita gak perlu repot-repot lagi membawa peralatan mandi dari rumah.



Dan setiap sudut dari Krui Mutun Walur Surf Camp itu Instagramble banget loh, banyak angel yang cocok banget untuk dijadikan sebagai tempat untuk berfoto-foto. Tempatnya bersih dan asri banget. Di sore hari di Krui Mutun Walur Surf Camp kita juga bisa menyaksikan indahnya sunset. Kebetulan selama 2 malam saya di Krui, saya tidak bisa melihat sunset karena cuacanya 2 hari itu hujan deras L

Pagi itu di Krui Mutun Walur




Untuk tempat makan, di Krui Mutun Walur Surf Camp juga ada sebuah kantin, dan makanannya enak-enak. Waktu itu ketika sarapan saya mencoba Pie Pisang dan Nasi Goreng dengan ditemani dengan kamu secangkir teh anget.



Jadi kapan kalian ke Krui Mutun Walur Surf Camp?

Oiya, buat kalian yang ingin berlibur ke Pesisir Barat dan menginap di Krui Mutun Walur Surf Camp, kalian bisa booking melalui aplikasi online seperti Traveloka, Booking.com dan aplikasi lainnya. Harga penginapannya mulai dari 500rb

Atau kalian bisa langsung hubungi
CS icon Disa Putra
phone 0812.7291.3122 
facebook-icon Krui Mutun Walur Surf Camp
****

Icip Es Kepal Milo Yang Lagi Ramai di Instagram



Akhir-akhir di beranda Sosial Media saya ramai banget tentang Es Kepal Milo. Hal tersebut terlihat disepanjang tepi Jalan Kota Bandar Lampung banyak yang menjual Es Kepal Milo. Tapi tidak hanya di Lampung saja, diluar daerah di Indonesia yang saya lihat di Instagram juga lagi rame dengan Es Kepal Milo itu
.

Awalnya saya tidak tertarik dengan Es Kepal tersebut, karena saya berpikir untuk apa sih makan es batu yang dikepal. Hehehe

Jadii.....

Ketika saya hendak mau keluar rumah. Tiba-tiba adik perempuan saya datang menghampiri saya

“Bang, udah nyobain Es Kepal Milo belum?” tanya adik saya
“Haaa??? Belum sih” balas saya
“Beli yookk bang, aya penasaran loh bang dengan Es Kepal Milo, ayoo sih bang beli” balasnya dengan manja


*Aya = Nama Panggilan Adik saya karena namanya Mutiara*

“Hmmm... yaudah deh ntar abang beliin” tutup saya

Setelah itu saya membeli Es Kepal Milo secara Random yang lokasinya tidak jauh dari rumah saya. Saya memutuskan untuk beli Es Kepal disana karena yang beli rame. Ternyata harga Es Kepal Milonya bervariasi, dari Rp.5.000, Rp.10.000 sampai Rp.15.000. Bedanya hanya di ukurannya saja. Dan Toppingnya juga berakaneragam, ada Misis, Cokocip, Kacang dan keju. Dan saya memilih 3 topping tsb kecuali kacang.

Dan seperti ini penampakan dari Es Kepal Milo


 Jujur sebenarnya saya bingung cara makan ES Kepal Milo ini. Langsung dimakan atau tunggu Es nya mencair dulu. Kalau versi kalian makan Es Kepal Milo bagaimana?

Akhirnya saya tunggu dulu Es Kepalnya mencair setengah lalu saya coba. Untuk rasanya ya seperti minum susu Milo. Tapi menurut saya cara minum susu Milo nya cukup unik karena biasanya kita minum susu milo, dicampur dengan air hangat dan air dingin lalu diminum. Kalau sekarang minumnya dengan Es Kepal yang diatasnya di beri topping.

**

Sekian Review saya tentang Es Kepal Milo yang diketik apa adanya dan sampai jumpa ditulisan saya yang selanjutnya


****

SELAMAT!! Festival Teluk Stabas 2018 Raih 2 Rekor Muri Dunia Sekaligus



Festival Teluk Stabas 2018 adalah moment yang sangat saya tunggu-tunggu. Festival yang berlangsung selama 8 hari itu dari tanggal 16 - 23 April 2018 banyak acara-acara seru yang diselenggarakan

Diantaranya yang saya ingin saksikan secara langsung yaitu Parade Budaya dan Surfing Krui Pro yang diikuti oleh 17 Negara


Pada hari Minggu, 15 April 2018 saya bersama kawan-kawan dari GenPI Lampung yang berjumlah 9 orang berangkat dari Bandar Lampung menuju Krui, Pesisir Barat dari pukul 13.30 WIB dan sampai di Krui sekitar pukul 20.15. Selama diperjalanan banyak pemandangan indah yang saya lihat, salah satunya yaitu Taman Nasional Bukit Barisan Selatan.


Sesampainya di Krui kami menyantap makan malam dengan sepiring Nasi Goreng lalu beristirahat di Cottage Krui Mutun Walur

Keesokan harinya (16/04/2018) sebelum menyaksikan Parade Budaya Festival Teluk Stabas 2018. Kami mengisi perut sejenak dengan Bakso Iwa Tuhuk atau Bakso Ikan Blue Marlin sambil menikmati keindahan Pantai Labuhan Jukung. Sungguh, ini adalah trip pertama saya ke Kabupaten Pesisir Barat. Dan saya merasa kagum dengan keindahan pantainya.

Belum Sah ke Krui kalau belum nyobain Bakso Iwa Tuhuk

Mantai di Pantai Labuhan Jukung, Krui

Oh iya, sebelum acara dimulai, Hashtag #PesonaFestivalTelukStabas2018 menjadi perbincangan oleh banyak Netizen dan menjadi Top Trending di Twitter selama 2 jam.


Jam menunjukkan pukul 13.10 WIB dan kami segera bergegas menuju di pinggir jalan sekitaran Labuhan Jukung untuk melihat dan mengambil gambar Parade Budaya. Parade ini diikuti oleh 1100 peserta yang berasal dari 11 Kecamatan dari Kabupaten Krui dari anak-anak kecil hingga orang dewasa. Semua peserta Parade menggunakan pakai adat Pesisir Barat. Warga Krui sangat berantusias dengan Parade ini, terlihat di pinggir jalan sepanjang jalur Parade Budaya dipenuhi oleh Masyarakat Krui.






Walaupun saya lahir bukan dari tanah Lampung tapi saya merasa sangat bangga dengan Kebudayaan Lampung. Mereka ramah, dan tersenyum ketika saya mengarahkan lensa kamera saya ke peserta Parade. 

Setelah Parade Budaya selesai, Festival Teluk Stabas 2018 dilanjutkan dengan acara lomba menyulam tapis yang diikuti oleh 22 peserta dan nyelimpok gelamai dengan 1078 peserta. Terlihat semua peserta sangat serius untuk menyelesaikan perlombaan dengan waktu yang ditentukan oleh panitia.

Lomba Nyulam Tapis

Gelamay Khas Pesisir Barat

Diakhir acara hari pertama ditutup dengan penyerahan Rekor MURI Dunia kepada Kabupaten Pesisir Barat. Rekor yang pertama yaitu Jumlah peserta terbanyak di Parade Budaya dengan jumlah peserta 1100 orang. Dan Rekor kedua yaitu jumlah peserta Nyelimpok Gelamay terbanyak mencapai 1078 peserta.

Penyerahan Rekor MURI Dunia

Selamat Kabupaten Pesisir Barat👏👏👏👏

Hari kedua dilanjutkan dengan Lomba Ngunduh Damar dan Sufring International KRUI Pro yang akan saya ceritakan di tulisan saya yang selanjutnya

**

Oh iya guys, buat kalian yang mau private trip ke Kabupaten Pesisir Barat. Bisa langsung hubungi Bang Aries Pratama, dia adalah seorang Tour Guide di Pesisir Barat. Orangnya ramah dan hasil fotonya kece-kece. Cek aja koleksi fotonya DISINI. Untuk Meet Point bisa di Bandar Lampung dan di Krui.
Telpon / WA : +62 821 86839738


****